๐๐ฐ๐ด๐ต๐ข๐ญ๐จ๐ช๐ข ๐๐๐ ๐ฌ๐ช๐ต๐ข
๐๐ฏ๐ฅ๐ข๐ฉ ๐ญ๐ถ๐ค๐ถ ๐ฃ๐ข๐ฏ๐บ๐ข๐ฌ ๐ค๐ฆ๐ณ๐ช๐ต๐ข
๐๐ข๐ด๐ข-๐ฎ๐ข๐ด๐ข ๐ณ๐ฆ๐ฎ๐ข๐ซ๐ข ๐ค๐ฆ๐ณ๐ช๐ข
๐๐ข๐ด๐ข ๐ฑ๐ข๐ญ๐ช๐ฏ๐จ ๐ช๐ฏ๐ฅ๐ข๐ฉ
๐๐ฐ๐ด๐ต๐ข๐ญ๐จ๐ช๐ข ๐๐๐ ๐ฌ๐ช๐ต๐ข
๐๐ข๐ฌ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฉ๐ช๐ญ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฃ๐ฆ๐จ๐ช๐ต๐ถ ๐ด๐ข๐ซ๐ข
๐๐ข๐ญ๐ข๐ถ ๐ฌ๐ช๐ฏ๐ช ๐ฌ๐ช๐ต๐ข ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฅ๐ถ๐ข
๐๐ฆ๐ฏ๐บ๐ถ๐ด๐ถ๐ณ๐ช ๐ค๐ช๐ฏ๐ต๐ข
BATAMCENTER, KataBatam- PETIKAN lagu “Nostalgia SMA” dari Paramitha Rusady tahun 1988 silam tersebut, sangat pas untuk menggambarkan cerita di balik gambar hasil kreatif sistem kecerdasan buatan (AI), berjudul “Pakcik Rudi dan Makcik Marlin” ini.
Tampak di gambar tersebut, seorang pemuda berpose mesra dengan sang kekasih di atas vespa. Mereka adalah H Muhammad Rudi (HMR) yang kini menjabat sebagai Wali Kota Batam, sekaligus Kepala Badan Pengusahaan Batam.
Sedangkan yang dibonceng adalah sang kekasih yang akhirnya menjadi pasangan hidupnya. Dialah Hj Marlin Agustina, yang kini menjabat sebagai wakil gubernur perdana di Kepulauan Riau.
Kenapa HMR dan Marlin digambarkan naik Vespa? Berdasar informasi dari lingkar terdekat Marlin, gambar AI itu dibuat berdasarkan kisah nyata ketika HMR masih menjalin asmara dengan Marlin yang kala itu masih duduk di bangku SMA di Tanjungbalai Karimun, Kabupaten Karimun.
“Saat itu, sekitar awal tahun 1990-an, Ibu (Marlin) sering dibonceng Bapak (HMR) naik Vespa sepulang sekolah,” ceritanya.
Masih menurut sumber tadi, HMR dan Marlin suka dengan gambar ini. “Mengobati kekangenan saat masa-masa SMA ibu yang manis,” jelasnya.
Sekadar diketahui, saat itu Vespa identik dengan sistem persneling model manual. Mengoperasikannya berbeda dengan kendaraan roda dua lainnya, yang umumnya perseneling ada di area kaki. Di Vespa, perseneling ada pada stang bagian kiri yang juga terdapat tuas kopling.
“Justru itulah seninya. Sehingga momen ini jadi hal yang tak terlupakan bagi Ibu dan Bapak,” lanjutnya.
Lalu di manakah kini Vespa bersejarah itu berada? Sayangnya sumber ini tak dapat menjawab. (ski)






