INSPIRASI 16 RAMADAN: Ikhlas itu…

SUATU hari, Khalifah Umar bin Khaththab memberhentikan Khalid bin Walid dari jabatannya sebagai panglima perang. Khalid tidak kecewa dan sakit hati. Apalagi bersikap manipulatif dengan mencitrakan diri sebagai orang terzalimi alias playing victim.

Sebab, ia berjuang bukan untuk Umar, bukan pula untuk komandan barunya Abu Ubaidah. Khalid berjuang untuk mendapat ridha Allah SWT. Inilah bentuk keikhlasan hakiki: tak masalah ditempatkan sebagai pemimpin atau prajurit.

Rasulullah SAW melukiskan tipe orang seperti ini dengan perkataan, “Beruntunglah seorang hamba yang memegang tali kendali kudanya di jalan Allah, sementara kepala dan tumitnya berdebu. Apabila ia bertugas menjaga benteng pertahanan, ia benar-benar menjaganya. Dan jika ia bertugas sebagai pemberi minuman, ia benar-benar melaksanakannya.”

Sepanjang hidup kita adalah ujian. Orang ikhlas akan diuji ketegarannya untuk menegakkan kalimatNya di muka bumi, meski tahu jalannya sangat jauh, sementara hasilnya belum pasti dan kesulitan sudah di depan mata.

Hanya orang-orang yang mengharap keridhaan Allah yang bisa tegar menempuh jalan panjang itu. Seperti Nabi Nuh Alaihi salam, yang giat tanpa lelah selama 950 tahun berdakwah, meski hasilnya kurang maksimal.

Khalifah Umar bin Khaththab bernah berkata, “Jika ada seribu mujahid berjuang di medan juang, aku satu di antaranya. Jika ada seratus mujahid berjuang di medan juang, aku satu di antaranya. Jika ada sepuluh mujahid berjuang di medan juang, aku satu di antaranya. Jika ada satu mujahid berjuang di medan juang, itulah aku!”

Bagaimana menurut Anda? (ski)
_______

Disarikan dari tulisan Muh. Hanafi, SS, M.Sy, Kementerian Agama Kanwil NTB

BACA JUGA:  GALERI FOTO: HMR Cek & Ubah Sistem Drainase di Batuaji untuk Cegah Banjir

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *