INSPIRASI 19 RAMADAN: Tak Beri Beban

BERI TELADAN BUKAN BEBAN: Kepala Badan Pengusahaan Batam H Muhammad Rudi (HMR), didampingi Ketua Umum Pikori BP Batam Hj Marlin Agustina, menyerahkan santunan kepada ratusan anak yatim, Jumat (29/3/2023). Pemimpin yang baik selalu berupaya meringankan beban masyarakat, bukan tambah memberatkan dan bikin kisruh.

UMAR bin Khattab RA, sempat menyangka Nabi Muhammad SAW mengalami sakit serius, saat menjadi imam salat pada Maret 627 Masehi di Madinah.

Dikutip dari buku Sebuah Novel Biografi, Muhammad SAW: Lelaki Penggenggam Hujan karya Tasaro GK, saat itu Umar melihat setiap gerakan Rasulullah SAW terkesan berat dan sukar. Ada bunyi cukup keras seperti persendian yang saling gesek.

Umar yang merasa kasihan, kembali bertanya pada Nabi Muhammad SAW. Singkat cerita, karena sudah berulangkali ditanyakan, akhirnya Rasulullah mengangkat jubahnya di depan para sahabat, hingga bagian perutnya terlihat.

Para sahabat diceritakan sangat kaget karena perut Rasulullah SAW terlihat sangat kempis. Nabi kemudian melilit perutnya dengan kain yang membuntal. Kain tersebut ternyata berisi kerikil untuk mengganjal rasa lapar.

“Ya Rasul, apakah jika engkau mengatakan sedang lapar dan tidak punya makanan, kami tidak akan menyediakannya untuk engkau?” kata Umar.

Rasulullah diceritakan kembali menutup perutnya dengan jubah.

“Tidak Umar. Aku tahu, apa pun akan kalian korbankan demi aku. Tetapi, apa yang harus aku katakan di hadapan Allah SWT nanti jika sebagai pemimpin aku harus menjadi beban bagi umatku? Biarlah kelaparan ini sebagai hadiah dari Allah SWT untukku agar umatku kelak tidak ada yang kelaparan di dunia, terlebih di akhirat,” ujar Nabi Muhammad SAW.

Semoga kisah ini menjadi teladan bagi kita –khususnya para pemimpin– agar jangan sampai membebani, apalagi sampai meminta-minta kepada rakyatnya demi memenuhi kepentingan pribadi.

Bagaimana menurut Anda? (ski)

BACA JUGA:  INSPIRASI JUMAT: Value Kehidupan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *