SATU ASPEK yang sering dibahas dalam karya-karya Ibnu Rusyd –atau lebih dikenal di Barat sebagai Averroes– adalah konsep kebahagiaan.
Dalam pandangan filsuf Muslim yang hidup pada abad ke-12 Masehi tersebut, kebahagiaan adalah hasil dari keseimbangan antara akal dan akhlak, pendidikan dan pemahaman, serta hubungan yang baik dengan Tuhan.
Dokter, hakim, dan cendekiawan yang memiliki kontribusi besar dalam perkembangan pemikiran Islam ini melanjutkan, kebahagiaan sejati bukanlah sekadar kesenangan sesaat.
Namun pencapaian yang mendalam dan berkelanjutan yang melibatkan pemenuhan potensi manusia dan pemahaman yang mendalam tentang realitas.
Sementara itu, Ustaz Abdul Somad memberikan prespektif lain. Menurutnya, standar kebahagiaan dalam Islam itu sederhana sekali, ada tiga. Yakni, hati tenang, badan sehat, dan ada yang dimakan.
“(Kalau ketiganya sudah kita miliki) maka kitalah pemilik dunia. Apa perlu dipikirkan lagi?” jelasnya.
Selanjutnya, ustaz yang akrab dipanggil”UAS” ini berwasiat agar jangan terlalu larut melihat masa lalu sehingga akan sedih berkepanjangan. Jangan terlalu cemas melihat masa yang akan datang sehingga dicekam ketakutan yang tak berhenti.
“Nikmati saja yang ada sekarang,” terangnya.
Bagaimana menurut Anda? (ski)
_____
BAHAGIA: Wakil Gubernur Kepulauan Riau Hj Marlin Agustina, foto bersama seorang anak yang digendong ibunya. Bahagia itu sederhana: perbanyak bersyukur.
INSPIRASI 28 RAMADAN: Kebahagiaan
