FOTO ilustrasi: Wali Kota Batam/Kepala Badan Pengusahaan Batam H Muhammad Rudi (HMR), bersama istri, Wakil Gubernur Kepulauan Riau Hj Marlin Agustina, anak serta cucunya, menyerahkan sapi kurban secara simbolis di Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah, Batuaji, usai salat Iduladha, Senin (17/4/2024).
HARI TARWIYAH adalah hari ke-8 bulan Zulhijjah. Penamaan Tarwiyah ini berkaitan erat dengan kisah Nabi Ibrahim yang diperintahkan Allah SWT untuk mengorbankan anaknya Ismail AS melalui suatu mimpi. Mimpi itu terjadi pada malam tanggal 8 Zulhijjah.
Nabi Ibrahim AS merasa ragu tentang kebenaran mimpinya tersebut. Ia berpikir dan merenung, apakah mimpi itu berasal dari Allah, atau hanya dari syaitan untuk mengganggunya. Dengan demikian, hari Tarwiyah disebut juga hari merenung, berpikir, dan keragu- raguan.
Pada malam tanggal 9 Zulhijjah, Nabi Ibrahim AS kembali mengalami mimpi yang sama. Itulah mengapa nama hari kesembilan bulan Zulhijjah, disebut “Arafah”, artinya pemahaman atau pengetahuan. Maksudnya, Nabi Ibrahim AS sudah mulai paham tentang kebenaran dan tujuan mimpinya.
Pada malam tanggal 10 Zulhijjah Nabi Ibrahim kembali mengalami mimpi serupa. Oleh karena mimpi ini telah tiga kali terjadi, maka besoknya (siang hari tanggal 10 Zulhijjah) Nabi Ibrahim AS memutuskan untuk melaksanakan, setelah terlebih dahulu berdiskusi dengan anak dan isterinya.
Ketetapan Nabi Ibrahim AS pada hari itu dapat dihubungkan dengan nama hari tanggal 10 Zulhijjah yang disebut juga dengan hari “Nahar”, yang berarti menyembelih.
Sedangkan pada hari 11-12, dan 13 Zulhijjah, Nabi Ibrahim selalu digoda oleh Iblis maka hari itu disebut hari Tasyriq.
Jejak sejarah yang ditinggalkan oleh keluarga Ibrahim AS di atas kemudian dikukuhkan oleh Nabi Muhammad SAW seperti yang tercermin dalam ibadah haji yang merupakan napak tilas perjalanan Nabi Ibrahim dan anaknya Ismail.
Bagaimana menurut Anda? (ski)
____
Disarikan dari artikel Republika
