TAHUN 2024 berlalu, 2025 akan kita jelang lembar demi lembarnya, seperti membuka buku yang penuh hikmah. Semua episode adalah misteri. Kemalangan bahkan keajaiban akan datang tanpa permisi, lalu pergi begitu cepat tanpa kita duga dan sadari.
Ada yang tak diperhitungkan tiba-tiba naik di panggung cahaya, pun sebaliknya, tak sedikit yang berjaya tiba-tiba tersungkur. Manusia bagai sekrup dalam roda raksasa yang terus berputar. Semua hanya menunggu giliran dalam siklus kehidupan.
Sebenarnya kehidupan tidak pernah berhenti menghadirkan keajaiban, tapi kitalah yang tak pernah “hadir”, karena terlalu sibuk melihat layar handphone, atau mengejar sesuatu yang entah kapan akan datang. Padahal yang kita miliki adalah detik ini.
Hadir berarti melepaskan kehawatiran tentang masa depan, penyesalan tentang masa lalu dan hanya berada di sini, saat ini.
Sehingga di saat kita hadir, semua akan lebih bermakna, hal-hal sederhana pun menjadi indah. Suara burung menjadi melodi, cahaya matahari menjadi puisi. Sang kehidupan pun mengungkapkan dirinya bukan sebagai sesuatu yang harus dikejar, tetapi sesuatu yang harus dialami.
“Hidup adalah rangkaian momen yang ketika dihargai akan menjadi abadi. Ia bukanlah momen-momen besar yang sering kita rayakan, tapi tentang detik detik kecil yang sering kita abaikan,” tulis intelektual Ralph Waldo Emerson.
Bagaimana menurut Anda? (ski)
INSPIRASI PAGI: 2025 & Kehadiran Diri
