INSPIRASI PAGI: Bangun Personal Branding

BANYAK yang masih gamang memahami pencitraan. Sehingga sampai ada yang sampai memoles diri dengan sesuatu yang bukan dirinya agar mendapat simpati orang. Ibarat memamerkan kemasan tanpa isi. Itu namanya menipu.

Padahal citra atau personal branding yang baik itu sebenarnya sudah tertanam dalam hati nurani kita. Inilah yang disebut etika, moral atau yang lebih tinggi lagi adalah akhlak.

Tinggal sekarang kita mau menjalaninya atau tidak? Sebab ini bukan hanya skill, tapi juga soal nilai yang dianut turun-temurun oleh seseorang maupun kelompok dalam menjalani kehidupan, agar masyarakat dapat hidup dengan baik serta teratur.

Misal kalau dipercaya jangan khianat, kalau duduk di kafe memesan item termurah, jangan lama-lama. Minimal 30 menit. Juga saat berkomunikasi, perbanyak mendengar, jangan suka memotong, sesekali tatap lawan bicara minimal 7 detik. Serta kalau berjalan jangan membungkuk, dan selalulah tampil rapi, bersih, dan seterusnya.

Jadi mulai sekarang kalau ingin punya personal branding yang bagus, tak usahlah melakukan hal-hal alay lagi. Pedomani dan laksanakan saja etika moral dan akhlak ini.

Dengan demikian, tak hanya citra yang baik yang didapat, tapi lebih tinggi dari itu yakni “kharisma”.

Jika sudah kharismatik, maka kita akan mempunyai kemampuan dan kekuasaan luar biasa untuk menggerakkan orang lain. Itulah modal utama seorang pemimpin.

Bagaimana menurut Anda?(ski)

Exit mobile version