MENURUT harfiah kata “Devide et Impera”, bisa diartikan menjadi kata pecah, dan berkuasa. Strategi itu diperkenalkan oleh seorang bernama Julius Cesar guna sebagai upaya dalam membangun kekaisaran Romawi.
Devide et Impera atau politik adu domba adalah strategi politik, militer, dan ekonomi dengan memunculkan perpecahan pada suatu daerah agar dapat mudah untuk mereka kuasainya.
Tak hanya itu aja pada konteks lain, Devide et Impera juga memiliki arti untuk mencegah kelompok-kelompok kecil bersatu guna berubah menjadi kelompok-kelompok besar yang memiliki kekuatan lebih kuat lagi.
Namun, dengan seiring berjalannya waktu istilah Devide et Impera mulai dikenal menjadi politik adu domba atau politik pecah belah.
Politik Devide et Impera di kawasan Nusantara, Terutamanya di wilayah Indonesia pertama kali dipopulerkan oleh Belanda lewat VOC atau disebut juga Vereenigde Oostindische Compagnie. Selain monopoli yang merupakan salah satu siasat yang dilakukan oleh VOC guna menaklukan Nusantara yaitu Devide et Impera.
Politik adu domba ini juga dijadikan sebagai suatu kebiasaan bagi VOC guna melakukan hal politik, ekonomi, dan juga militernya. Orientasinya yaitu mencari sebuah keuntungan dengan sebanyak-banyaknya dengan cara menaklukkan raja-raja yang berada di wilayah Nusantara.
Bagaimana menurut Anda? (ski)
