INSPIRASI PAGI: Berhenti Berharap

“MANUSIA adalah mahluk yang mengejar barang yang tidak bisa dia dapatkan; baik itu cinta, kekuatan,maupun status sosial. Namun, sosok manusia yang mengejar semua itu dengan sepenuh hati, terlihat sangat bodoh, tapi di saat bersamaan, juga terlihat menyentuh.”

Demikian Akiyoshi Rikako, menulis dalam novel “Girls in The Dark”. Ia melanjutkan, “Kemudian kita juga mengejar pria (pasangan); orang yang tulus menawan, karena kita tahu bahwa orang seperti itu hanyalah ilusi dan tidak nyata.”

Apakah di antara Anda ada yang related dengan penulis asal Jepang ini? Ah, kadang kala yang bikin kita hancur bukan karena orang lain jahat, kok… Tapi karena kita berharap mereka peka tanpa diminta.

Dr John Bowlby, pencatus Attachment Theory, berpendapat, kita semua punya pola keterikatan emosional sejak kecil (bayi), dan pola itu diam-diam membentuk cara kita berharap pada orang lain.

Kita ingin dimengerti, diprioritaskan, diselamatkan. Seolah ada seseorang yang tugas hidupnya adalah menjaga utuhnya hati kita. Padahal nyatanya, setiap orang sedang sibuk dengan lukanya masing-masing: Kita bukan pusat semestanya.

Dalam neuroscience, otak kita menciptakan ekspektasi berdasarkan pola masa lalu, tapi itu bukan ramalan, itu hanyalah bias. Maka kalau kita terus menggantungkan harapan pada apa yang tidak bisa kita kendalikan, kita akan lebih sering jatuh daripada tumbuh.

Jadi kalau kamu ingin tetap utuh, jangan serahkan kunci bahagiamu ke tangan mereka yang tidak tahu cara menjaganya. Kita boleh berharap, bahkan mencinta, tapi jangan lupa berjaga.

Bagaimana menurut Anda? (ski)

______
Referensi:

> Attachment Theory, Bowlby’s Stages & Attachment Styles: positivepsychology. com

> TikTok: putribaswedan

BACA JUGA:  Rudi-Rafiq Menang Telak di TPS Rosedale

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *