OPEN MIND: Wali Kota Batam/Kepala Badan Pengusahaan Batam H Muhammad Rudi (HMR), saat berbicara dalam sebuah podcast di Batam, belum lama ini. Pemimpin yang baik, menghargai kritik.
JALALUDDIN Rumi seorang pemikir Islam, pernah berkata bahwa kebenaran itu ibarat cermin yang terjatuh hingga pecah berkeping-keping. Kemudian tiap-tiap kita memungut satu pecahan yang berbeda-beda bentuknya.
Artinya, tidak boleh ada satupun manusia yang berhak memonopoli kebenaran. Bahkan tak boleh memaksakan pihak lain untuk bercermin melalui cerminnya sendiri.
Bagaimana agar bisa melihat kebenaran yang nyaris sempurna? Mau tak mau, jadilah pemulung pecahan cermin tadi. Dengan begitu, refleksi kebenaran akan lebih mendekati sempurna.
Dalam kehidupan, “pecahan cermin” tadi bisa datang kepada kita dalam bentuk masukan, bahkan kritik tajam. Tentunya dengan argumen dan data yang jelas. Bukan sentimen.
Itulah kenapa para pemimpin besar tidak alergi kritik. Malah rajin “studi banding” atau “belanja masalah” kepada orang yang berbeda. Mereka sadar bahwa manusia adalah mahluk berpikir, bukan kotak kosong.
Sehingga mereka, para pemimpin besar ini, cukup percaya diri untuk mengetahui bahwa selalu ada ruang untuk perbaikan.
Kritik adalah harga kepemimpinan, agar baik dan tumbuh. Kalau tak mau dikritik, kata filsuf Aristoteles, jangan katakan apa pun, jangan lakukan apa pun, dan jangan menjadi apa pun.
Bisa jadi pemahaman yang kita yakini saat ini tidak sepenuhnya benar. Sebaliknya, pemahaman orang yang berbeda tidak sepenuhnya salah. Cukup kotak saja yang kosong, jangan kepala kita!
Bagaimana menurut Anda? (ski)
