BERHATI-HATI: Wali Kota Batam/Kepala Badan Pengusahaan Batam H Muhammad Rudi (HMR), dan Wakil Gubernur Kepulauan Riau Hj Marlin Agustina, dalam sebuah acara bersama masyarakat. Sebagai tokoh publik yang bijak, keduanya selalu berhati-hati dalam bertindak.
DR KH Ahmad Mustofa Bisri, atau lebih dikenal dengan Gus Mus, pernah memberikan pesan sangat penting. Yakni agar seorang yang berpotensi menjadi tokoh publik untuk berhati-hati dalam bertindak dan berbicara.
“Kataku, suatu ketika, menyindir diriku: Mereka yang memiliki potensi diikuti oleh orang banyak (orang awam), sudah semestinya lebih berhati-hati dalam bertindak, termasuk dalam berbicara di hadapan publik,” isi postingan Gus Mus di media sosialnya, pada 21 Juli 2017.
Postingan tokoh Islam tersebut menjadi sebuah nasihat yang sangat penting. Sebab, tindak tanduk –baik itu sikap, penampilan, maupun gaya bicara– tokoh tersebut, rawan ditiru oleh orang yang mengagumi dan memujanya. Dalam Sosiologi hal ini disebut “imitasi”
Dilansir dari buku “Psikologi Sosial Suatu Pengantar (2022)” karangan Asriandi dkk, imitasi dapat mendorong individu atau kelompok melakukan perbuatan baik.
Misal, seorang anak meniru sikap rajin ayah dan ibunya.
Atau, malah memunculkan tindakan menyimpang atau bertentangan dengan norma dan kaidah yang berlaku. Contohnya: Seorang remaja meniru kebiasaan merokok, atau remaja puteri joget-joget tak jelas di tempat yang tak semestinya.
Sekali lagi, jika Anda berpotensi menjadi tokoh publik, berhati-hatilah dalam bertindak dan berbicara. Hargai adat istiadat orang. Ingat, di batu besar jarang (orang) tersandung, ulah kerikil ramai yang jatuh.
Bagaimana menurut Anda? (ski)
