MENJADI pemimpin yang dicintai dengan ikhlas itu tidak mudah. Jangankan seluruh bangsa, dicintai satu RW saja susah. Namun bukan berarti tak bisa. Raja Bhumibol Adulyadej, contohnya.
Sepanjang monarki Thailand, sosok Raja Bhumibol Adulyadej, sangat dicintai dan dekat dengan rakyat. Tak hanya menutup kesenjangan, raja yang mulai memimpin di usia 19 tahun ini, punya program pembangunan yang mampu membawa Thailand maju sejahtera.
Hasil kerjanya, lebih dari 4.000 proyek pembangunan nasional mulai dari irigasi, pertanian, konservasi, mitigasi banjir dan kekeringan, kontrol obat-obatan, kesehatan masyarakat dan pembelajaran jarak jauh.
Melalui Royal Rainmaking Technology, ia dikenal sebagai perintis hujan buatan yang mengubah kehidupan banyak petani di area yang dilanda kekeringan. Program ini mendunia dan diadopsi Queensland, Australia.
Selama berkuasa, raja ke-9 dari Dinasti Chakri, atau dijuluki Raja Rama IX, yang naik takhta pada 9 Juni 1946 itu, sering blusukan, berjalan kaki ke daerah-daerah miskin yang sulit dijangkau. Ia mendengar keluhan rakyat, bahkan mencatatnya. Kelak ini menjadi dasarnya dalam mencari solusi.
“Ketika aku belajar di Eropa, aku tak pernah menyadari seperti apa negeriku atau bagaimana keterkaitannya denganku. Sampai akhirnya aku mengenal rakyatku ketika aku berkomunikasi dengan mereka, aku menyadari mereka adalah cinta yang sesungguhnya,” tulis suami Ratu Sirikit yang wafat pada Kamis 13 Oktober 2016, ini.
Bagaimana menurut Anda? (ski)
_____
FOTO ILUSTRASI: Wali Kota Batam H Muhammad Rudi (HMR), bertemu ramah dengan masyarakat. HMR dicintai, karena punya program pembangunan yang mampu membawa Batam maju sejahtera.
INSPIRASI PAGI: Cinta Sesungguhnya
