INSPIRASI PAGI: FOMO Vs JOMO

Foto: ilustrasi

DI TAHUN 2004 lalu, Patrick Mc Gannis dalam artikel yang berjudul “Social Theory at HBS: McGinnis’ Two FOS”, memperkenalkan istilah “FOMO.” Apa itu?

Fear of Missing Out (FOMO) diartikan sebagai ketakutan tertinggal informasi atau momen di media sosial. Bahkan menganggap kehidupan orang lain lebih menyenangkan. Sehingga selalu ingin meniru, dan ikut memamerkan.

Seseorang yang mengalami FOMO tak mau ketinggalan trend di media sosial. Fokusnya selalu melihat status orang, dan selalu up date status medsos sendiri. Sebab ingin tampak yang pertama melihat peristiwa, untuk menggambarkan eksistensi.

Capek?

Namun di balik hiruk-pikuk ini, ada yang menempuh jalan sunyi. Mereka menganut prinsip JOMO (joy of missing out), tidak terganggu dengan unggahan orang lain di media sosial.

Jalan sunyi semacam ini mirip yang ditempuh seorang filsuf Prancis Rene Descartes (1596 — 1650). “Hasrat saya hidup damai dan melanjutkan hidup di bawah motto: untuk hidup dengan baik kamu harus hidup tak dikenal.”

Ulama besar dunia, Ibnul Mubarak (736 – 797 M) juga pernah mengingatkan; “Tidak dikenal dan tidak disanjung adalah kehidupan. Menjadi biasa di mata manusia adalah harapan.”

Bagaimana menurut Anda?(ski)

Exit mobile version