INSPIRASI PAGI: Halal Bihalal

IDULFITRI tidak hanya identik dengan makan bersama, tetapi juga terkait dengan halal bihalal. Tradisi ini dimulai pada era pasca-kemerdekaan (1948) ketika presiden pertama Indonesia, Sukarno.

Kisahnya, saat itu Bung Karno mengundang semua elit politik dan militer Indonesia ke istana presiden untuk menghadiri acara yang menekankan para undangan untuk meminta maaf dan saling memaafkan. Tujuannya menciptakan harmoni politik di tengah situasi yang kacau.

Tradisi ini muncul atas usulan KH Abdul Wahab Hasbullah, salah seorang tokoh intelektual Islam Indonesia yang pertama kali melembagakan istilah “halal bihalal” yang secara filosofis bermakna “suatu langkah untuk menjadikan segala sesuatu halal dengan menghilangkan segala permusuhan antar-individu”.

Meski berasal dari bahasa Arab, tradisi unik ini tidak ditemukan di negara-negara berbahasa Arab. Tradisi ini juga populer dengan sebutan tradisi “Sawalan” karena biasanya diselenggarakan pada bulan Syawal.

Dalam tradisi tahunan ini, banyak hidangan seperti ketupat, lontong, opor ayam, kastengel, nastar, putri salju, dan hidangan tradisional lainnya kemudian disajikan.

Menariknya, sebelum tradisi ini dipopulerkan, ada tradisi serupa yang telah menjadi kearifan lokal di Riau dan Sulawesi Selatan, yang secara lokal dikenal sebagai tradisi Baraan dan Massiara.

Dari halal bihalal ini kita memahami bahwa silaturahim adalah jembatan kasih sayang nan menjembatani dua sisi berbeda, agar terhubung dengan jiwa kasih dan sayang.

Bagaimana menurut Anda? (ski)
_____

Referensi:
> Journal of Ethnic Foods; Diversity of Indonesian Lebaran Dishes: From History to Recent Business Perspectives.

> Ranti A, Novenia AE, Christopher A, Lestari D, Parassih EK. Ketupat as traditional food of Indonesian culture. J Ethn Foods. 2018.

> Hakam S. Halal bi halal, a festival of idul fitri and its relation with the history of islamization in Java. Episteme. 2015

> Ahmad F. Makna Historis dan Filosofis Halal Bihalal (document in Indonesian). 2017.

BACA JUGA:  Bagikan Insentif Ketua RT/RW Kecamatan Sekupang, HMR: Siapkan Diri untuk Lebih Maju

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *