INSPIRASI PAGI: Jauhi Sifat Pelit

BERI MANFAAT: Wali Kota Batam/Kepala Badan Pengusahaan Batam H Muhammad Rudi (HMR), didampingi Wakil Gubernur Kepri Hj Marlin Agustina, dan Ketua Umum KONI Kota Batam Rani Rafitriyani, menyapa peserta kompetisi e-Sports, Piala Halal Bihalal, di Mall Botania II, Belian, Batamkota, Batam, Minggu (5/5/2024). Kepemimpinan mereka selalu menebar manfaat kepada sesama dalam bentuk apapun.

ADA pertanyaan menggelitik, “kenapa orang pelit dijauhi orang?” Mungkin mereka –orang pelit itu– akan menjawab, “karena pertemanan tergantung ‘isi koper’,”.

Sebenarnya tak seperti itu juga. Sebab kata dari Sayidina Ali bin Abi Thalib, “Al insaan ‘abdul ihsaan.” Artinya: manusia adalah hamba kebaikan.

Setiap orang akan mudah tunduk kepada siapapun yang bersikap dan berlaku baik pada dirinya. Apapun bentuk kebaikannya. Karena kebaikan adalah fitrah kemanusiaan.

Jadi jangan heran saat melihat seseorang melakukan keburukan, mekanisme kontrol kita akan memukul alarm peringatan bahwa tindakan tersebut bertentangan dengan fitrah kebaikan. Dari sini kemudian timbul rasa gelisah, ragu bahkan takut.

Maka dari itulah kenapa orang pelit tak ada yang dipilih jadi pemimpin. Meski sekaya apapun orangnya.

Sebab, ada logika sosial yang berbunyi seseorang tak akan bisa memimpin sebelum bisa berbuat baik kepada sesama.

Penyair humanis Suzy Kassem pernah mengingatkan, “Waspadalah terhadap orang-orang pelit, karena mereka lebih memilih menyengatmu daripada memberimu apa pun!”

Nah, jika Anda merasa punya sifat kikir, pelit, dan pelit, setidaknya jangan biarkan kesan itu terbentuk di benak orang lain. Agar tak dijauhi, lalu playing victim kepada “isi koper” orang.

Bagaimana menurut Anda? (ski)

Exit mobile version