PILIH mana, jadi orang jenius atau berbakat? Yuk kita tanya Arthur Schopenhauer (1788-1869), filsuf Jerman, tokoh aliran Nativisme yang berpangaruh besar terhadap pemikiran psikologis khususnya di dunia pendidikan.
“Talent hits a target no one else can hit. Genius hits a target no one else can see,” katanya.
Artinya kurang lebih, “Orang berbakat mencapai target yang tidak dapat dilakukan orang lain. Sedangkan orang jenius mencapai target yang tidak bisa dilihat orang lain.”
Beda pencapaian keduanya adalah “tidak dapat dilakukan” dan “tidak bisa dilihat” orang lain. Jadi, mana yang lebih penting dong?
Begini, orang jenius itu kreatif dan bisa melihat peluang. Sedangkan orang berbakat, umumnya tangguh dan bisa menyelesaikan yang tak bisa selesaikan orang lain
Dua-duanya memang penting dan bagus. Namun, jika memang harus memilih, kalau tidak bisa jenius, paling tidak jadilah orang berbakat.
Bagaimana menurut Anda?(ski)
