ORANG bijak berkata bahwa hidup dalah misteri. Kita tak tahu apa yang akan terjadi 10 tahun mendatang, esok hari, bahkan satu jam ke depan. Maka jika belum pasti janganlah berlebihan, agar euforia agar tak jadi disforia.
Euforia adalah perasaan nyaman atau perasaan gembira yang berlebihan saat mengalami kejadian menyenangkan yang telah lama diidam-idamkan. Lawan kata dari euforia adalah disforia, yakni kegelisahan atau ketidakpuasan.
Saat euforia hadir, beberapa orang cenderung ingin menunjukkan (kehebatannya) pada orang lain. Bisa dengan bercerita, berbagi di sosial media, maupun mengekspresikan diri dengan cara lainnya. Silakan saja.
Namun, akan lebih bijak jika selalu bersikap rendah hati, bersyukur dan bersabar. Dengan demikian kenikmatan dan karunia-karunia lain pun akan terus hadir ke dalam kehidupan kita.
Karena sejatinya manusia itu lemah, tidak memiliki daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Tuhan.
Bisa saja hal yang menurut kita sudah bagus, tiba-tiba datang “tsunami” yang meluluhlantakkan segalanya dalam sekelip mata.
Dengan tak larut dalam euforia yang berlebihan, maka kita tak akan terlalu stress atau malu saat kegembiraan itu tiba-tiba berubah jadi petaka.
Bagaimana menurut Anda? (ski)
INSPIRASI PAGI: Kala Euforia Jadi Disforia






