INSPIRASI PAGI: Kepemimpinan Kolektif

DI ERA yang semakin kompleks dan mengutamakan kolaborasi ini, ada yang menawarkan gagasan kepemimpinan kolektif untuk menggantikan kepemimpinan top-down yang dianggap ketinggalan zaman.

Kepemimpinan kolektif bukan berarti menghilangkan peran pemimpin utama; sebaliknya, dapat memungkinkan “kepemimpinan bergeser sesuai keahlian dan tugas, serta berpindah di antara anggota tim seiring perubahan proses kolektivisme.

Meritokrasi sangat berperan di sini. Karenanya organisasi menjadi lebih beragam, adil, dan inklusif. Motivasi intrinsik dan kepuasan kerja pekerja pun meningkat.

Memang, batasan antara pemimpin dan pengikut kurang jelas dalam kepemimpinan kolektif dibandingkan dengan kepemimpinan hierarkis. Namun, tetap saja ada tanggung jawab dan pengambilan keputusan bersama, akuntabilitas, dan keterlibatan yang autentik.

Karena jenis kepemimpinan ini memerlukan kolaborasi dan dukungan luas, sehingga akan menghasilkan solusi yang lebih stabil daripada keputusan yang dibuat oleh satu pemimpin puncak.

Maka tak perlu khawatir borganisasi terganggu saat eksekutif puncaknya pindah. Sebab keberhasilan dibangun dari beragam perspektif dan kontribusi. Sehingga semua orang sudah terbiasa bertanggung jawab atas keberhasilan tim dan organisasi secara keseluruhan.

Bagaimana menurut Anda? (ski)
—-
DISARIKAN dari artikel “What Is Collective Leadership?” Oleh Katie Shonk, di Harvard Law School

Exit mobile version