DALAM hidup ini pasti akan selalu ada kompetisi. Sebab, kompetisi itu dapat memperkuat kompetensi.
Sayangnya banyak yang cengeng bin pengecut dalam menyikapi. Bukannya menghadapi dengan ksatria, malah menebar kebencian, bahkan menghalalkan segala cara untuk menghancurkan pesaingnya.
Pada umumnya kebencian adalah buah dari ketidakmampuan untuk menggapai kesuksesan dari mereka yang berfikir dangkal.
Kalah bersaing membuat mereka marah dan membenci orang yang berhasil. Kesalahannya pun dicari-cari untuk menyembunyikan ketidakmampuannya.
Kalau kita kalah bersaing, harusnya introspeksi diri. Apa kelemahan kita, kemudian memperbaiki diri dan belajar. Bukan marah lalu merebut keberhasilan si pesaing dengan cara-cara licik.
Ingat kata dai kondang Abdullah Gymnastiar (aa Gym), “Kalau hati kita bersih, tak ada waktu untuk berfikir licik, curang atau dengki sekalipun.”
Bagaimana menurut Anda? (ski)
