SIAPA yang menulis buku maka dia sudah mengantar suatu pemikiran ke dalam keabadian. “Bahkan, buku lebih mengena dari pada peluru,” kata Kepala Perpustakaan Nasional RI Muhammad Syarif Bando.
Alasannya, jika satu peluru hanya dapat menembus satu kepala, buku dapat menembus jutaan kepala orang yang membacanya.
Hal inilah yang dialami beberapa imperium besar masa lalu, seperti Romawi Kuno, Persia, Athena, Mesopotamia dan lainnya. Mereka maju dan berjaya karena buku-bukunya.
Kemudian keruntuhan imperium-imperium itu terjadi seiring dengan musnahnya karya literasi akibat berbagai hal, termasuk karena peperangan.
Begitulah kekuatan literasi. Literasi adalah kedalaman pemikiran seseorang yang dapat digunakan untuk memenangkan persaingan global. Wajar jika ia menjadi pilar untuk menghadapi perubahan zaman, selain kompetensi, dan karakter.
Bagaimana menurut Anda? (ski)
