INSPIRASI PAGI: Legacy Eyang Habibie

BADAN Pengusahaan (BP) Batam memperingati Hari Bakti Ke-54 Tahun, pada Minggu (26/10/2025). Kini, di bawah kepemimpinan Kepala dan Wakil Kepala, H Amsakar Achmad, dan Li Claudia Chandra, BP Batam beraksi tanpa basa basi. Terus melangkah, berinovasi membangun negeri.

Bicara soal Batam, khususnya BP Batam, tak bisa dilepaskan dari peran Baharuddin Jusuf (BJ) Habibie. Ia memimpin lembaga yang dulu bernama Otorita Batam tersebut, selama 20 tahun dari 1978 hingga 1998.

Selama kepemimpinannya, Ketua Otorita Batam ketiga setelah Ibnu Sutowo (1971-1976) dan JB Sumarlin (1976-1978) ini, mengubah arah pembangunan Batam tidak hanya sekadar basis logistik Pertamina, juga daerah industri berteknologi tinggi, perdagangan, alih kapal, dan pariwisata.

Habibie kemudian mundur dari jabatannya sebagai pemimpin Otorita Batam karena harus menjalankan amanat menjadi Presiden ketiga RI, setelah Soeharto mundur. Namun, kala itu Batam sudah maju, investasi pun tumbuh pesat, tak tersentuh krisis moneter.

Kini Batam sangat identik dengan BJ Habibie. Sehingga, jika orang lain menggelarinya sebagai negarawan sejati, Bapak Teknologi, hingga Bapak Demokrasi, warga Batam menyebutnya sebagai Bapak Pembangunan, yang mengubah nol menjadi sejuta.

Dari “Eyang Habibie” kita belajar kerja keras tanpa kompromi, konsistensi pada nilai-nilai inti, dan keberanian untuk bermimpi besar meski menghadapi ketidakpastian. “Jika tidak bisa berlari, berjalanlah. Jika tidak bisa berjalan, merangkaklah. Yang penting jangan berhenti,” ujarnya suatu ketika.

Bagaimana menurut Anda? (ski)

Exit mobile version