KENAPA orang sanggup berkhianat? Kenapa juga ada orang yang tega menggigit lengan orang yang membantunya? Kenapa ya, air susu dibalas air tuba?
Ada sebuah pendapat yang menarik disimak untuk sedikit memberi sudut pandang akan pertanyaan-pertanyaan di atas.
Katanya, saat kita membantu seseorang, kali pertama dia akan mengucapkan terima kasih. Namun yang kedua, dia akan berpikir, jangan-jangan bantuan tersebut memang untuk dirinya.
Saat mendapat bantuan kali ketiga, dia akan merasa bahwa hal tersebut sudah menjadi kewajiban orang lain untuk membantunya. Akan tetap jika sudah kali keempat, dia akan merasa bahwa bantuan tersebut adalah haknya.
Jadi jangan heran jika pada kali kelima, hingga ke seribu kali, dia tak lagi menganggap hal tersebut sebagai perbuatan baik apalagi pengorbanan seseorang untuk dirinya. Sehingga jika bantuan tersebut dihentikan, dia akan marah.
Yang lebih parah lagi, karena dirasa tak lagi sebagai perbuatan baik, maka lama-kelamaan rasa syukurnya sirna. Kalau sudah begini, etika moral pun sudah tak jadi pegangan.
Bahannya jika hal tersebut bercampur dengan ambisi yang berlebihan, keserakahan, dan hawa nafsu, maka dia cenderung akan berkhianat. Apapun akan dilakukan demi ambisinya bisa terwujud.
Agar terhindar dari sifat-sifat buruk semacam ini, maka biasakan mengucap “terima kasih” saat menerima bantuan sekecil apapun dari orang lain. Banyak bersyukur agar tak kufur.
Bagaimana menurut Anda? (ski)
INSPIRASI PAGI: Logika Penghianat
