INSPIRASI PAGI: Mahluk Sosial

makhluk sosial
SOSIAL: Wakil Gubernur Kepulauan Riau Hj Marlin Agustina, dan Wali Kota Batam H Muhammad Rudi (HMR), foto bersama usai menyerahkan bantuan untuk warga korban kebakaran di Pulau Buluh, Kecamatan Bulang, Kota Batam, belum lama ini. Membantu sesama adalah peran manusia sebagai mahluk sosial.

MANUSIA adalah makhluk sosial membutuhkan interaksi dengan sesama. Meski ada yang memilih sendirian atau individualis, mereka tetap berinteraksi dan berkomunikasi dengan orang lain, baik keluarga, teman dekat, ataupun pasangannya.

Interaksi inilah yang kemudian membentuk kelompok sosial, yang oleh Sosiolog dari Jerman, Ferdinand Tonnies dibagi menjadi gemeinschaft (paguyuban) dan gesselschaft (patembayan).

Meski beda karakteristik, tapi keduanya terbentuk karena adanya kesamaan atau tujuan tertentu yang ingin dicapai.

Karena itu, jika ada orang yang keluar dari kelompoknya, akan rawan menjadi korban infiltrasi, bahkan ibarat domba yang sendirian, akan rawan diterkam binatang buas.

Dalam militer ada istilah desertir atau desersi, yakni lari meninggalkan dinas atau membelot kepada musuh. Dalam tradisi samurai ada juga sebutan “ronin”, yakni samurai yang sudah tidak memiliki daimyo (tuan).

Sedangkan dalam konteks sosial dan politik, orang yang keluar dari kelompoknya disebut “lone wolf”. Istilah ini sering digambarkan orang yang merencanakan dan melakukan tindakan kekerasan secara mandiri, tanpa dukungan atau afiliasi dengan kelompok teroris atau organisasi ekstremis lainnya.

Mungkin ini didorong oleh kondisi psikologis juga. Sebab, saat sedang sendirian, orang biasanya tak malu lagi mengekspresikan diri, bahkan berbuat dosa.

Bagaimana menurut Anda? (ski)

Baca Juga: INSPIRASI PAGI: Teman nan Baik

Exit mobile version