TEMA besar dalam filsafat komunikasi berhasil dijawab Martin Buber, seorang Jerman asal Austria, dengan memunculkan Teori Dialog.
Dia membagi ada dua jenis pertemuan yang dialami manusia: Vergegnung dan Begegnung.
“Vergegnung” adalah pertemuan biasa saja. Hakikatnya memang bertemu, tapi sebenarnya tak berjumpa.
Sedangkan “Begegnung” adalah pertemuan dan perjumpaan. Sebab melibatkan seluruh diri dan pribadi yang sanggup mengubah diri seseorang selamanya.
Inilah sebenarnya hakikat dari kemanusiaan, yakni pertemuan yang mampu menciptakan situasi Begegnung, di mana yang menjadi komunikasi paling ideal yang merupakan esensi dari kemanusiaan kita.
“Karena semua kehidupan nyata adalah perjumpaan,” ujarnya suatu ketika.
Bagaimana menurut Anda? (ski)
Baca Juga: INSPIRASI PAGI: Bahasa Fleksibel
