PADA tahun 1931, HW Heinrich (1881-1962), seorang insinyur yang bekerja untuk sebuah perusahaan asuransi di Amerika Serikat, mempublikasikan bukunya yang berjudul “Industrial Accident Prevention”.
Buku ini sangat sukses sehingga menjadi pionir di bidang keselamatan dan kesehatan kerja hingga diterbitkan edisi revisi edisi ke-empat pada tahun 1980 yang menjadi terbitan terakhir.
Di dalam bukunya, Heinrich mengemukakan piramida kecelakaan atau sering dikenal dengan “safety pyramid”, “accident triangle” atau “Heinrich’s law”.
Heinrich menyatakan bahwa dalam 330 kecelakaan akan menyebabkan 300 kecelakaan tanpa cidera, 29 menghasilkan cidera ringan dan 1 mengakibatkan cidera major.
Meski buku ini dikritisi oleh penggiat K3 lainnya, seperti Thomas R. Krause, tapi teorinya masih dipakai sebagai acuan cara mempelajari manajemen dan budaya keselamatan.
Yakni, kecelakaan tidak terjadi secara instan. Kecelakaan besar pasti terjadi karena ada serentetan kelalaian. Poinnya, kelalaian itu dibiarkan terus berlangsung. Bahkan kecelakaan-kecelakaan kecil sudah biasa terjadi, dan dianggap remeh.
Bagaimana menurut Anda? (ski)
____
DILENGKAPI ARTIKEL: Darmawan Saputra, dan Hasanudin Abdurrahman
Baca Juga: INSPIRASI PAGI: Tentang Kebenaran
