KIAN memasyarakatnya media sosial, membuat para ahli marketing mengubah strategi pemasarannya ke arah konsep yang disebut personalized marketing.
Jika dulu selalu fokus menjelaskan tentang fitur (kelengkapan), adventage (keunggulan), dan benefit (keuntungan) dari produk, kini lebih fokus mencari apa yang diinginkan konsumennya.
Dikutip dari Jurnal Entrepreneur, survei dari Sasbuzz, platform analisis sosial media di Indonesia, selama tahun 2014 dan 2015 menyatakan bahwa 98% pengguna media sosial di Indonesia merespon secara positif konten marketing yang diberikan secara personal.
Sebab, dalam konsep personalized marketing, setiap orang dipandang sebagai pribadi yang unik sehingga pemilik bisnis harus memandang konsumen secara personal ketika mereka menyusun strategi marketing.
Betul kata Praktisi Marketing Joe Chernov, “Marketing yang baik membuat perusahaan terlihat pintar, tapi marketing yang hebat membuat pelanggan merasa pintar.”
Bagaimana menurut Anda? (ski)
