DALAM wawancaranya dengan Cindy Adams, Presiden Sukarno mengungkapkan bahwa salah satu tujuan pembangunan Monumen Nasional adalah untuk mengobati Minderwaardigheidscomplex bangsa Indonesia yang baru merdeka dan masih berusia muda.
Sukarno menginginkan Indonesia memiliki suatu hal yang bisa dibanggakan, seperti halnya bangsa Prancis dengan Menara Eiffel, bangsa Amerika Serikat dengan Patung Liberty, bangsa Jerman dengan Gerbang Brandenburg, dan lain sebagainya.
Minderwaardigheidscomplex (baca: Minder-pardikhait-kompleks) adalah sebuah sindrom di mana satu bangsa cenderung merasa lebih rendah derajatnya daripada bangsa lainnya.
Minderwaardigheidscomplex umumnya ditemukan di bangsa yang baru merdeka dan belum memiliki jati diri yang utuh.
Dengan dibangunnya Monumen Nasional, Presiden Sukarno berharap bangsa Indonesia tidak merasa rendah diri di hadapan bangsa lain di dunia dan merasa bangga bahwa mereka terlahir sebagai bagian dari bangsa Indonesia.
Begitulah pemimpin hebat. Ia membangun, bukan suka cari sensasi dengan menjelek-jelekkan orang lain.
Bagaimana menurut Anda? (ski)
_______
Referensi:
• Neo Historia
• Sukarno – An Autobiography by Cindy Adams, (Bobbs-Merrill, 1965)
• My Friend the Dictator by Cindy Adams, (Bobbs-Merrill, 1965)
