INSPIRASI PAGI: Menanam Keabadian

SEJAK dahulu, para tokoh dunia dan ahli filosofi menilai suatu pohon memiliki makna yang besar bagi kehidupan sehari-hari.

Sebab, pohon menghembuskan nafas untuk kita sehingga kita dapat menghirupnya untuk tetap hidup. Bisakah kita melupakan itu?

“Mari kita mencintai pohon dengan setiap nafas yang kita hirup sampai kita binasa,” ujar penulis buku, Munia Khan.

Maka wajar jika Martin Luther berkata, “Bahkan jika saya tahu bahwa besok dunia akan hancur berkeping-keping, saya akan tetap menanam pohon apel saya.”

“Waktu terbaik untuk menanam pohon adalah 20 tahun yang lalu. Waktu terbaik kedua adalah sekarang,” bunyi Pepatah China.

Exit mobile version