INSPIRASI PAGI: Mengukir Sejarah

SEJARAH BARU: Wakil Gubernur Kepulauan Riau Hj Marlin Agustina, menyerahkan bendera pusaka kepada pembawa baki, Manuella Gracia, saat menjadi irup dalam geladi bersih upacara peringatan HUT Ke-78 RI, yang digelar Pemko Batam, di Dataran Engkuputri, Batamcenter, Selasa (15/8/2023). Sejarah mencatat, Marlin adalah perempuan pertama yang berhasil menjadi wakil gubernur di Kepri

ADA sebuah kredo berbunyi, “Sejarah ditulis oleh para pemenang”. Entah siapa yang pertama kali mencetuskannya. Ada yang bilang, Napoleon Bonaparte, Niccolo Machiavelli sampai ke Winston Churchill.

Suka atau tidak, sejarah memang memiliki banyak versi. Itu sah-sah saja. Sebab semua ditulis berdasar pengamatan yang sangat rawan terjadi subjektivitas, opini hingga tafsir.

Untuk itu yang harus kita jadikan pegangan dalam menelaah sejarah –juga berita atau kabar lainnya di media– adalah bukan pada kisahnya, tapi pada metodologinya.

Artinya, kebenaran dari kisah tadi dapat diverifikasi dengan metode ilmiah, seperti wawancara dengan saksi sejarah, ahli sejarah, maupun ahli arkeologi. Sehingga bisa dipilah antara story, history, atau hanya misteri.

Ah, daripada meributkan soal pendapat ini, kenapa kita tak menulis saja sejarah kita saat ini, agar menjadi pemenang?

Seperti yang disampaikan ulama besar, Imam Ghazali, “Kalau kamu bukan anak raja dan bukan anak ulama besar, maka menulislah”

Atau juga dikatakan Pramudya Anantatoer, “Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah”.

Bagaimana menurut Anda? (ski)

Baca Juga: INSPIRASI PAGI: Pemimpin Perempuan

Exit mobile version