HIDUP ini kadang tak seperti yang diduga. Mungkin dulu kita pernah punya teman yang pintar, nilai rapornya tinggi, tapi sekarang biasa-biasa saja Sebaliknya anak yang pernah tinggal kelas malah sukses dan kaya. Kok bisa?
Jawabannya, karena sukses dalam hidup itu tak semata tergantung nilai rapor atau gelar akademik. Pendidikan tentu penting, tapi sukses itu ditentukan dari bagaimana kita bisa menjalani hidup sesuai dengan kemampuan atau terampil mengelola kemahiran yang kita miliki.
Sebab, tak ada di dunia ini orang yang bodoh dan pintar dalam segala hal. Ingat kata Albert Einstein, “Semua orang jenius. Tapi jika Anda menilai seekor ikan dari kemampuannya memanjat pohon, ia akan menjalani hidupnya dengan percaya bahwa itu bodoh.”
Mulai sekarang cobalah berpikir terbuka. Ubahlah cara kita menilai orang bodoh atau pintar dari hanya melihat nilai rapor atau gelar akademik, kepada bagaimana dia menguasai bidang tertentu.
Toh tak perlu nilai matematika tinggi atau bergelar profesor dulu untuk jadi pemain sepakbola profesional bukan? Kalau begitu penilaiannya, maka tak akan ada Christian Ronaldo, Lionel Messi juga David Beckham.
Bagaimana menurut Anda? (ski)
