DI AWAL tahun 1990-an, Dai Sejuta Umat Zainuddin MZ pernah mengenalkan pribahasa Arab yang berbunyi, “Jika ingin terkenal, kencingilah air Zamzam.”
Saat ini kita memahami arti pepatah tersebut dengan istilah “panjat sosial” alias pansos. Apakah itu?
Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea memaparkan soal teori ini. Melalui video yang diunggah di akun Instagramnya @hotmanparisofficial.
“Teori pansos, teori panjat sosial agar nama Anda ikut naik, dari yang saya baca salah satu buku luar negeri, salah satu teknik paling bagus dari pansos adalah mengkritik, nyinyir atau memfitnah orang terkenal,” katanya.
Menurut Hotman Paris, dengan memfitnah orang terkenal maka otomatis namanya akan ikut disebutkan dan terbawa-bawa. Harapannya bisa naik level, meski di level pinggiran.
Pansos juga dapat dilakukan dengan cara sebaliknya. Misal, memuji, mendukung, atau mengaitkan dirinya dengan orang atau sesuatu yang viral. Tujuannya sama: ingin ikut terkenal.
Namun yakinlah, cara-cara semacam ini biasanya hanya dilakukan oleh orang-orang kurang berpendidikan.
Sebab, yang cerdas dan berisi akan memilih mengenalkan dirinya ke khalayak seperti yang digagas pakar Marketing dari Marks Plus, Hermawan Kartajaya, pada tahun 2004 dengan nama “PDB”.
PDB itu kepanjangan dari positioning, diferensiasi dan branding. Tahukan maksudnya?
Bagaimana menurut Anda?(ski)
