INSPIRASI PAGI: Pelayan-Pubic-Speaking

WALI KOTA Batam H Amsakar Achmad, ingin Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Batam, menjadi wajah terdepan Pemko Batam. Untuk itu harus mahir public speaking. Jangan sampai salah berkomunikasi yang justru menimbulkan kesalahpahaman.

“Berbicara di depan publik tidak sekadar menyampaikan kata-kata, tapi bagaimana pesan bisa sampai dengan baik ke komunikan. Komunikator harus paham apa yang disampaikan, jangan sampai berbicara tanpa arah,” jelas doktor Ilmu Pemerintahan ini.

Amsakar benar, diperlukan kecerdasan, kepiawaian, dan kearifan dalam menyikapi kritik masyarakat. Apalagi di era media sosial saat ini. Maka, kemampuan berbicara di depan publik sangat penting.

Hal senada juga disampaikan dosen dan pakar komunikasi asal Korea Selatan, Oh Su Hyang. Menurutnya, komunikasi telah menjadi hal yang penting untuk bersaing.

“Anda harus pandai berbicara untuk menunjukkan diri Anda kepada lawan bicara dalam kehidupan sosial. Orang yang berbicara dengan mahir akan menjadi lebih maju daripada yang lainnya,” jelasnya dalam buku “Bicara itu Ada Seninya”.

Komika ternama Tanah Air, Pandji Pragiwaksono, juga pernah menyampaikan bahwa bicara itu bukan asal “mangap”. “Ngomong itu ga (hanya) doang. Ngomong itu menggerakkan orang,” ujar stand up comedian yang kini merintis karier di Amerika Serikat itu.

Lalu bagaimana cara berbicara yang baik? Tentunya harus dimengerti. Untuk itu, seorang komunikator harus paham psikologi komunikan-nya. Pertimbangkan apakah yang ingin disampaikan itu penting, baik, dan berguna. Sehingga dapat memberi nilai dan manfaat bagi orang lain.

Bagaimana menurut Anda? (ski)

Exit mobile version