News  

INSPIRASI PAGI: Pemimpin yang Membaca

DISADARI atau tidak, masyarakat Kota Batam kini punya pemimpin yang memiliki kedalaman pikiran. Semua ini hanya bisa dicapai melalui kebiasaan membaca. Dialah H Amsakar Achmad.

Seperti diketahui, Doktor Ilmu Pemerintahan tersebut, gemar membaca buku -baik itu sejarah, filsafat, sains, maupun ekonomi- sehingga menyediakan perspektif berharga dalam kesibukan sehari-hari.

Tak hanya itu, kegemaran membaca, membuat kemampuan komunikasi dan menulis Wali Kota Batam ini, bagus. “Karena membaca bisa mengakrabkan kita dengan frasa-frasa, dengan alur nalar,” jelas Prof Ignatius Bambang Sugiharto, ahli filsafat dari Universitas Katolik Parahyangan.

Menurutnya, semakin tebal kita membaca, semakin dalam juga alur nalar yang diseret. Namun, semakin rendah tingkat baca, akan membuat kita semakin tak mampu menulis dengan baik. Karena ini soal keterampilan berbahasa.

Dalam hal intelektual, karakter Amsakar ini mirip dengan Presiden Prabowo Subianto. Sebagai putra dari salah satu intelektual terbesar bangsa ini, Sumitro Djojohadikusumo, Jendral Kopassus itu jelas gemar membaca dan seorang pembelajar, serta dididik dalam tradisi intelektual dan membaca yang sangat kuat.

Jika H.O.S. Tjokroaminoto adalah guru bagi banyak pemimpin pergerakan kemerdekaan Indonesia di paro pertama abad 20, Sumitro adalah guru besar bagi banyak teknokrat
Indonesia di paro kedua abad 20, termasuk secara tidak langsung, Menteri Keuangan Sri Mulyani dan ekonom Chatib Basri.

Dengan demikian, Prabowo mempunyai
modal intelektualitas untuk menjadi pemimpin yang baik. Maka wajar jika Prabowo, juga Amsakar, berkeinginan meninggalkan nama harum dan legasi yang dikenang oleh generasi mendatang.

Bagaimana menurut Anda? (riza)

Exit mobile version