TERBANG TINGGI: Wali Kota Batam/Kepala Badan Pengusahaan Batam H Muhammad Rudi (HMR), saat berada di kokpit pesawat tempur di Pangkalan Udara Hang Nadim yang digelar oleh Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU), Kamis 29 Februari 2024, lalu. Kepiawaian HMR dalam memimpin daerah sudah tak diragukan lagi. Buktinya sudah banyak di depan mata.
TAHUN 2013 silam, sempat viral istilah “Negara Otopilot”? Maksudnya adalah, pemerintahan yang berjalan karena sistem sudah berjalan dengan otomatis, meski tanpa adanya kehadiran seorang pemimpin.
“Pemimpin”, atau yang dalam sistem pemerintahan disebut presiden, menteri, gubernur, bupati, hingga wali kota, tidak bergerak mengarahkan “pesawat” kembali ke arah yang benar.
Dalam sistem navigasi pesawat terbang atau kapal, seorang pilot pesawat atau nakhoda kapal biasanya mengaktifkan mode otopilot pada ketinggian atau situasi tertentu. Penumpang pun tidak sadar bahwa pesawat itu tidak dalam kendali si pilot.
Masalahnya sistem ini tak tahan dalam situasi badai. Pesawat dan kapal akan terombang-ambing ke segala arah, sehingga sang pilot harus kembali mengambil alih kendali.
Di “negara otopilot”, pemimpinnya ada, tapi hanya sebatas seremonial dan gimik semata. Wajahnya suka nampang di baliho, numpang tenar event besar. Sementara pekerjaan utamanya mangkrak. Misalnya, pertumbuhan ekonomi terseok-seok, dan lain-lain.
Meskipun ada prestasi, itu hanya karena mendapat terpaan manfaat dari kinerja entitas di sekelilingnya. Ibarat idiom telur mata sapi: ayam punya kerja, sapi dapat nama.
Di saat seperti inilah, dibutuhkan pengendalian manusia, bukan lagi sistem. Kita butuh “pilot” yang bisa mengambil alih keadaan. Tentunya yang punya pengalaman.
Seperti, terbukti bisa bekerja dengan baik, mampu membuat pertumbuhan ekonomi meroket, membuat kota berkembang dan maju pesat, pembangunan infrastruktur merata, dan banyak memperhatikan kesejahteraan masyarakatnya, lewat insentif dan beasiswa.
Bagaimana menurut Anda? (ski)






