๐๐ฑ๐ข๐ฌ๐ข๐ฉ ๐ด๐ฆ๐ญ๐ข๐ฎ๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ฑ๐ฐ๐ญ๐ช๐ต๐ช๐ฌ ๐ช๐ต๐ถ ๐ฌ๐ฆ๐ซ๐ข๐ฎ? ๐๐ฑ๐ข๐ฌ๐ข๐ฉ ๐ด๐ฆ๐ญ๐ข๐ฎ๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ฅ๐ช๐ข ๐ฅ๐ข๐ต๐ข๐ฏ๐จ ๐ต๐ถ๐ฌ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฉ๐ข๐ฏ๐ต๐ข๐ฎ?๐๐ต๐ข๐ถ๐ฌ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ข๐ฏ๐จ ๐ช๐ต๐ถ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ด๐ถ๐ฅ๐ข๐ฉ ๐ฅ๐ช๐จ๐ข๐ณ๐ช๐ด๐ฌ๐ข๐ฏ?๐๐ฆ๐ฏ๐ซ๐ช๐ญ๐ข๐ต, ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฉ๐ข๐ด๐ถ๐ต, ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ช๐ฏ๐ฅ๐ข๐ดโฆ
DERET tanya dari lagu โSumbangโ (rilis 1983), milik Iwan Fals ini, keluar dari palung hati sang musisi ketika politik sudah tak lagi beretika serta bermoral.
Aristoteles, melalui karyanya โNikomakea Ethicsโ, menekankan pentingnya karakter dan kebiasaan baik dalam mencapai kebahagiaan (tujuan), serta pentingnya menjaga keseimbangan dalam tindakan, termasuk dengan menghindari cara-cara yang ekstrem.
Demikian jua Oscar Diego Bautista. Dalam รtica Y Polรญtica: Valores Para Un Buen Gobierno (2007), ia juga menyatakan bahwa ketiadaan etika politik membawa seseorang (aktor politik) dalam egoisme politik.
Etika politik penting karena memberikan kerangka moral dalam perilakunya. Sehingga mendorong pemimpin, termasuk semua warga negara, bertindak dengan penuh integritas, adil, dan bertanggung jawab dalam ranah politik.
Etika politik juga penting dalam membangun kepercayaan masyarakat, serta mencegah kontra-nilai atau anti-etik yang sering disebut sebagai โperilaku politik Machiavelliโ.
Meminjam Niccolรฒ Machiavelli, melalui karyanya โThe Princeโ, anti-etik disebut sebagai cara mencapai dan mempertahankan kekuasaan, dengan cara apa saja. Termasuk balas dendam.
Bahkan jika harus melibatkan tindakan yang dianggap tidak bermoral sekalipun, menjadi sah dan wajar! Apalagi setelah dia mendapat relasi serta kawan politik yang baru. Sehingga sering terjadi ada orang yang dibantu merengkuh kekuasaan, setelah semua tercapai, malah memperlakukan atau menempatkan tokoh yang menyokongnya sebagai entitas politik yang tidak penting dan tidak wajib dihormati. Lagu Sumbang dari Iwan Fals itu pun berlanjutโฆ
๐๐ข๐ญ๐ช๐ฏ๐จ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ช๐ข๐ฌ ๐ฎ๐ข๐ญ๐ช๐ฏ๐จ ๐ด๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ถ๐ฏ๐บ๐ช ๐ฃ๐ข๐ญ๐ช๐ฌ ๐ฅ๐ช๐ฏ๐ฅ๐ช๐ฏ๐จ ๐๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฆ๐ค๐ถ๐ต ๐ญ๐ข๐ณ๐ช ๐ต๐ฆ๐ณ๐ฌ๐ฆ๐ฏ๐ค๐ช๐ฏ๐จ-๐ฌ๐ฆ๐ฏ๐ค๐ช๐ฏ๐จ๐๐ช๐ฌ๐ข๐ฎ ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐ฃ๐ฆ๐ญ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ๐จ, ๐ญ๐ข๐ธ๐ข๐ฏ ๐ญ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฉ ๐ฅ๐ช๐ต๐ฆ๐ณ๐ซ๐ข๐ฏ๐จ๐๐ข๐ญ๐ถ ๐ด๐ช๐ฃ๐ถ๐ฌ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ค๐ข๐ณ๐ช ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ฃ๐ช๐ฏ๐จ ๐ฉ๐ช๐ต๐ข๐ฎ
Bagaimana menurut Anda? (ski)
_____DILENGKAPI Bahan dari Artikel: Etika Politik dan Pisah Jalan Jokowi dengan PDIP, oleh M Ikhsan Tualeka, Pegiat Perubahan Sosial. Terbit di Kompas
