INSPIRASI PAGI: Post Power Syndrome

POST Power Syndrome (PPS) sering diterjemahkan secara bebas sebagai “sindroma pasca kekuasaan”.

Ini adalah gejala (negatif) yang dialami atau ditampilkan oleh orang-orang yang tidak lagi memegang kekuasaan, jabatan, atau pengaruh tertentu.

Perasaan tidak sekuat di masa lalu, tidak lagi dianggap penting, merasa tidak dihormati, hingga hilangnya previlese sering menjadi pemicu dari gejala PPS itu.

Para ahli kesehatan jiwa mengidentifikasi sejumlah gejala yang dialami oleh penderita PPS, antara lain: kurang bergairah, mudah tersinggung, menarik diri dari pergaulan, sikap yang tidak mau kalah, sulit mendengar pandangan pihak lain, dan secara repetitive suka membicarakan kebesaran diri dan kekuasaan di masa lalu.

Sudirman Said, Ketua Institut Harkat Negeri, punya tips agar terhindar dari PPS. Pertama, harus selalu diingat bahwa jabatan itu bukan milik pribadi yang suatu saat harus dikembalikan pada pemiliknya.

Selanjutnya, topanglah kekuasaan dengan kekuatan personal berupa pengetahuan, wawasan, kapasitas, dan kompetensi kepemimpinan sejati. Juga tanggung jawab, pelayanan, dedikasi, dan pengorbanan.

Bila kekuasaan dipandang secara utuh dari banyak sisi, maka tak ada alasan bagi siapapun untuk bergantung kepada jabatan dan kekuasaan secara membabi buta.

Jika sudah mundur, ya sudah, segera move on. Jangan tantrum. Sudah tua. Malu sama kucing. Punya kucing… eh malu, kan?

Bagaimana menurut Anda? (ski)

BACA JUGA:  Di Tengah Hujan, Jefridin Berbaur Bersama 5.423 Peserta Fun Run Adhyaksa Ikal VI Batam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *