ADA oknum ASN sebuah provinsi merendahkan seorang wali kota dengan kalimat peyoratif di media sosial. Yang menarik mengkaji cara dia bersikap: tanpa empati atau rasa bersalah. Bahkan saat diingatkan, tetap enjoy bahkan balik marah-marah.
Psikolog menyebut ada dua kategori dari perilaku buruk manusia yaitu: Antisosial, dan psikopat. Anti sosial umumnya tahu dan masih memiliki sedikit rasa bersalah, tapi psikopat tidak.
Bahayanya psikopat, dia punya kemampuan tertentu. Sehingga tampak culun, dan bisa bergaul. Namun saat berbuat salah, seperti menghina, menipu, berbohong atau bahkan membunuh tetap enjoy dan plong saja menjalaninya. Tanpa merasa bersalah.
Pemicu dari perilaku ini bervariasi, misalnya dari sisi latar belakang kehidupannya perlu dilihat apakah ia pernah mengalami kekerasan, disiksa atau pernah ditinggal oleh orang yang dicintainya. Selain itu kadang kondisi ini disebabkan oleh adanya kelainan di daerah otak tertentu.
Di dalam berbagai buku yang berkaitan dengan kejiwaan baik itu anti sosial, psikopat, schizofrenia, gampang panik, OCD (obsesif compulsif disorder) atau gangguan kepribadian diklasifikasikan secara umum sebagai kelainan perilaku (behaviour disorder).
Apakah oknum ASN provinsi itu antisosial atau psikopat? Entahlah. Mungkin ada baiknya periksakan jiwa ke psikiater atau psikolog. Ingat kata mantan Kepala Badan Kesehatan Masyarakat AS David Satcher, “Tidak ada kesehatan tanpa kesehatan mental.”
Bagaimana menurut Anda?(ski)
