OJO DUMEH: Dengan kasih sayang, Wakil Gubernur Kepulauan Riau Hj Marlin Agustina, menyerahkan sembako bersubsidi dari Pemko Batam untuk masyarakat yang membutuhkan. Tetap rendah hati, ya Bunda…
ADA banyak pepatah Jawa yang lebih bermakna sebagai larangan dan bukan anjuran. Salah satu contohnya adalah kata ‘
“ojo dumeh”, atau jangan mentang-mentang. Sederhana tapi memiliki makna yang dalam.
Bagi masyarakat Jawa kata “ojo dumeh” merupakan pepatah lama yang dimaksudkan agar kita selalu sadar dan rendah hati.
Bumi berputar, semua yang kita miliki tidaklah abadi. Misalnya kekuasaan, masa muda, kesehatan dan seterusnya. Karena semuanya hanya titipan dari Yang Maha Kuasa.
Yang kita miliki dan rasakan saja gak boleh dimentang-mentangkan. Apalagi yang belum. Misalnya, baru merasa jadi sultan atau crazy rich saja sudah sombong, euforia, bahkan mengancam sana sini.
Jika saat berhalusinasi saja sudah begitu sombong dan kejamnya, apalagi jika benar-benar terjadi?!
Sungguh manusia yang aneh, tapi lucu. Tak habis “fikri”, di luar “nurul”. Mirip kisah dalam materi grup lawak Jayakarta (Cahyono, Jojon, Uuk, dan Suprapto/Ester) di tahun 1980-an.
Bagaimana menurut Anda? (ski)






