PETER F GONTHA, pioneer TV dan TV berbayar Tanah Air, mengungkap tentang industri televisi dan TV berbayar yang sudah di ujung tanduk.
“Warner Bross – HBO – mengumumkan kerugiannya sebesar USD 9 miliar, dan Paramount kerugian USD 6 miliar,” jelasnya prihatin.
Menurutnya, kini siaran olahraga sudah dikuasai oleh liga olah raga masing-masing melalui streaming. “TV sudah tidak berguna, semua memang melalui streaming,” lanjut mantan Dutabesar Indonesia untuk Polandia ini.
Peter berharap, RCTI, SCTV, Indosiar, Indovision, First Media, Telkomvision (Transvision), dan semua media yang dia lahirkan dan bidani, dapat melakukan konsolidasi dan secara perlahan mempersiapkan karyawannya. Sebab, kemungkinan pengurangan karyawan pun tidak terhindarkan.
Di era digital ini disrupsi sudah sangat gila-gilaan. Dampaknya membawa cara-cara baru dalam berbisnis, bekerja, berkomunikasi, dan menjalani kehidupan sehari-hari.
Hal ini juga pernah dijelaskan pengusaha papan atas, Chairul Tanjung dalam sebuah forum bisnis. Dia mencontohkan, pada tahun 2000-an, aset paling bernilai adalah pabrik, tanah, dan bangunan. Namun kini, the most valuable asset adalah data.
Hanya yang mampu berinovasi dan berubah secara besar-besaran dan fundamental, yang akan bertahan.
“Siapa yang tidak mau berubah mengikuti zaman, maka sehebat dan sebesar apapun dia akan dimakan oleh zaman,” jelasnya.
Bagaimana menurut Anda? (ski)






