INSPIRASI PAGI: Shirin-Yoku

TUMBUHKAN HUTAN: Wakil Gubernur Kepulauan Riau Hj Marlin Agustina, bersama Wali Kota Batam/Kepala Badan Pengusahaan Batam H Muhammad Rudi (HMR), saat menanam bibit pohon jati emas di sepanjang jalan menuju bandara dalam Program Batam Green 2022., Rabu 24, Agustus 2022 silam.

AKHIR pekan menjelang, saatnya re-charge. Beri waktu untuk diri sendiri. Menjauhlah dulu dari layar ponsel, media sosial dan lainnya itu. Kita forrest bathing… Menikmati alam, kita shut down over-thinking, kekhawatiran, dan pemikiran obsesif.

Istilah” forrest bathing pertama kali diperkenalkan oleh Dr. Qing Li, pada bukunya yang berjudul “Shirin-Yoku: The Art and Science of Forest Bathing”.

Berdasarkan buku yang terbit pada 1982 tersebut, diketahui bahwa nama forest bathing ternyata berasal dari istilah Jepang yaitu “Shirin-Yoku” atau dapat diterjemahkan sebagai “minum obat atau suasana hutan.”

Ini bukan olahraga, atau hiking, atau jogging, tapi praktik sadar dan kontemplatif untuk tenggelam dalam pemandangan, suara, dan aroma hutan.

Biarkan alam masuk melalui telinga, mata, hidung, mulut, tangan dan kaki. Dengan demikian kita telah terhubung dengan alam, dan telah menyeberangi jembatan menuju kebahagiaan.

Tumbuhan dan pohon memancarkan zat yang disebut phytoncide. Minyak esensial ini melindungi tanaman dan pohon dari serangga dan kuman. Sifat antimikroba mereka dapat memengaruhi kekebalan.

Menurut penelitian, menghirup udara hutan meningkatkan tingkat sel pembunuh alami (NK) dalam darah kita. Tubuh kita menggunakan sel NK ini untuk memerangi infeksi dan kanker.

Benar kata orang bijak, “menanam satu pohon menyelamatkan ribuan makhluk hidup.” Ah, ngomong melulu. Kapan berangkatnya?!

Bagaimana menurut Anda? (ski)

BACA JUGA:  Dari Batamkota, Batuaji, Sagulung, Jefridin Bagikan Beras Bantuan untuk Ribuan Keluarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *