INSPIRASI PAGI: Si Kancil & Anggur Pahit

ADIK-ADIK yang manis, di Minggu pagi nan indah ini, kakak akan kembali mendongeng tentang kelakuan binatang bernama kancil yang kesemsem sama buah anggur.

Syahdan, di hari nan indah itu, kancil sedang asyuk bermain. Hingga saat melewati halaman belakang rumah petani, ia melihat anggur merah segar dan siap untuk dipanen.

Saat itu juga kancil ingin menikmati. Dia melompat-lompat menggapai buah anggur yang terdekat dengannya, tapi tak sampai. Namun hingga kelelahan, tak sebutir pun anggur yang didapat.

Kancil geram dan sakit hati, lalu pergi. Namun untuk menutupi kekesalannya, maka setiap kali berjumpa dengan binatang lainnya, kancil menjelek-jelekkan bahwa anggur itu rasanya pahit. “Anggur pahit, jangan dimakan nanti sakit,” katanya.

Nah adik-adik yang manis, nilai-nilai yang bisa diambil dari kisah dalam fabel ini adalah:

Tetaplah gigih dalam menggapai cita-cita. Namun jika tidak tercapai, atau menghadapi tantangan berat, jangan lantas frustasi, marah-marah, nyinyir, menyalahkan keadaan bahkan masyarakat luas.

Akan lebih baik jika introspeksi. Ukur diri. Jangan-jangan memang adik-adik sendiri yang kurang upaya, atau terlalu muluk dalam bermimpi.

Ingat kata Duncan Idaho, seorang ahli pedang sekaligus tangan kanan Duke Leto Atreides dalam film fiksi “Dune” (part 1), “Dreams make good stories, but everything important happens when we’re awake.” Tahu artinya kan?

Bagaimana menurut Anda, eh… Adik-adik sekalian? (ski)

Exit mobile version