INSPIRASI PAGI: Simbol Kemajuan

SEJAK belum mengenal tulisan, manusia sudah akrab dengan simbol/lambang. Semua budaya di seluruh dunia akrab dengan simbol. Bahkan manusia sendiri adalah mahluk bersimbol atau homo symbolicum.

Dalam bukunya, “Manusia dan Simbol-simbol”, psikolog kenamaan Swiss, Carl Gustav Jung, melihat simbol sebagai representasi dari arketipe. Arketipe ini adalah gambaran kolektif atau pola perilaku atau kecenderungan yang dikembangkan dari evolusi spesies manusia.

Makanya simbol ditemukan dalam hieroglif kuno dan bahkan lukisan di gua-gua dan dinding batu. Banyak simbol yang bersifat universal, yang terwakili di berbagai budaya dan populasi yang beragam.

Misal nama orang, DUA jari atau V, binatang, pangkat, logo, ikon, merek, gelar akademis, bendera, lambang negara/ partai, rambu lalu lintas, monumen/patung/tugu dan lain-lain.

Tak hanya itu, simbol juga disematkan kepada orang atau tokoh. Contoh di Kota Batam kita mengenal nama H Muhammad Rudi (HMR), sebagai simbol pemimpin pekerja cerdas dan visioner.

Wali Kota Batam/Kepala Badan Pengusahaan Batam ini juga dikenal sebagai –simbol– Bapak Pembangunan. Demikian juga di Karimun, kita mengenal H Aunur Rafiq sebagai pemimpin yang religius. Bupati Karimun ini dikenal santun, lembut dan alim.

Bayangkan jika DUA karakter ini –Rudi-Rafiq atau 2R– bekerja sama. Pastinya akan tercipta harmoni, stabilitas, dan keseimbangan.

Ke-DUA-nya adalah energi positif dan keberuntungan dalam sebuah hubungan, karena menjunjung semangat kolaborasi dan sinergisitas.

Bagaimana menurut Anda? (ski)

Exit mobile version