“JANGAN main di kamar sendiri, nanti dimakan hantu”, atau “Jangan nakal, nanti disuntik dokter”. Sejak zaman “generasi kolonial”, kita sering mendengar kalimat ini yang dilakukan orang tua agar anaknya bersikap manis dan tidak rewel.
Rupanya saat ini muncul lagi pola serupa dengan varian baru: bukan dokter atau polisi, melainkan sosok seorang gubernur.
Dalam video tersebut, sang gubernur memperingatkan anak-anak yang malas mandi, susah bangun tidur, enggan berangkat sekolah dan yang melawan orang tua, bisa dijemput dan dikirim ke sekolah militer.
Mungkin maksud video yang viral ini sekadar lucu-lucuan. Namun, akan berbahaya jika digunakan dengan tujuan menakut-nakuti anak. Itu bukan pendidikan, melainkan manipulasi.
Pendidikan adalah proses pendewasaan anak manusia, dalam hal ini kognitif (pengetahuan), afektif (sikap) dan psikomotor (ketrampilan).
Karenanya, pendidikan mengajarkan hal baik dan buruk, memeberi motivasi intrinsik, yaitu dorongan berbasis tujuan. Bukan diajari patuh karena ketakutan atau ancaman (hukuman). Bahkan, tak boleh juga dengan iming-iming hadiah.
Kita ingin mencetak generasi muda yang kreatif, inovatif dan mandiri, bukan budak!
Bagaimana menurut Anda? (ski)
INSPIRASI PAGI: Stop Takut-nakuti Anak!
