INSPIRASI PAGI: Superior, Jangan Inferior

BAGAIMANA respon kita jika ada orang tiba-tiba datang, kemudian menjelek-jelekkan, merendahkan bahkan mengumbar aib orang lain, agar dirinya tampak hebat?

Sebelum dijawab, mari kita simak kajian medis tentang mengapa seseorang cenderung menjelek-jelekkan atau menghina orang lain. Dilansir dari laman alodokter .com, hal tersebut dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor berikut:

1. Tekanan lingkungan untuk berkompetisi.
2. Pengaruh lingkungan, misalnya di keluarga sendiri dia sering dihina atau direndahkan.
3. Rasa iri
4. Rasa rendah diri dan insecurity
5. Rasa takut dan cemas

Lalu bagaimana menghadapinya? Beri teguran, bahwa perbuatannya itu keliru. Namun jika tidak juga berhenti, dan malah merasa hal yang dilakukannya itu benar, maka sebaiknya anjurkan orang tersebut berkonsultasi dengan psikolog.

Don Shula pelatih sepak bola profesional Amerika, juga punya pengalaman menghadapi orang semacam ini yang dia sebut sebagai inferior man. “Orang yang superior menyalahkan dirinya. Orang yang inferior suka menyalahkan orang lain,” jelasnya.

Kalau dalam pepatah kita, orang superior adalah yang tangan menetak bahu memikul. Tak suka lempar batu sembunyi tangan. Sedangkan inferior adalah orang yang busuk tak tahu akan baunya. Laksana udang tak tahu bungkuknya.

Maka hindari orang semacam ini. Sebab, jika di depan kita dia menjelek-jelekkan orang lain, bisa saja di depan orang, dia akan balik menjelek-jelekkan kita. Waspadalah!

Bagaimana menurut Anda? (ski)

BACA JUGA:  INSPIRASI PAGI: Melahirkan Pemimpin Baru

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *