RAJAB, Syaban, dan Ramadan adalah tiga bulan suci dan penuh berkah dalam agama Islam. Sebagaimana doa Rasulullah Muhammad SAW, yang diabadikan di kitab shahih al musnad oleh imam Ahmad:
“Ya Allah, berikanlah aku keberkahan di bulan Rajab, di bulan Syaban, dan aku sampaikanlah pada bulan Ramadan.”
Demikian disampaikan Kabid Pengamalan AIK dan Kaderisasi Pondok Lembaga Pengembangan Pondok Islam dan Kemuhammadiyahan (LPPIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Yayuli S Ag, MPI.
Ia menjelaskan, sebagian ulama berpendapat bahwa bulan Rajab itu untuk menanam, Syaban (yang bersamaan dengan Februari 2025) adalah bulan menyirami, dan Ramadan untuk memanen hasil yang ditanam di bulan sebelumnya.
“Artinya kita memang dianjurkan untuk berbuat kebajikan. Mempersiapkan diri secara mental dan spiritual dalam menghadapi bulan Ramadan, karena bulan ini adalah bulan suci, bulan maghfirah, dan bulan barakah, dan bulan madrasah rukhiyah,” simpulnya.
“Madrasah rukhiyah” adalah bulan pendidikan untuk spiritualitas umat manusia yang beragama Islam. Bulan Syaban menjadi bulan pendidikan agar fisik tidak sampai terkejut ketika kita akan melaksanakan puasa satu bulan.
Maka pada bulan Syaban, Rasulullah menganjurkan supaya umat Islam memperbanyak puasa sunnah, seperti puasa Senin Kamis, Ayyamul Bidh, dan puasa Daud.
Selain itu, dia juga menganjurkan untuk senantiasa berdoa setiap waktu karena itu adalah inti atau ruh dari ibadah. Kemudian taubat sebagai bagian dari amal shalih dilakukan untuk membersihkan diri atau melakukan penyucian diri (tazkiyatun nafs).
Bagaimana menurut Anda? (ski)
INSPIRASI PAGI: Syaban, Bulan Pendidikan






