INSPIRASI PAGI: Tabiat Asli Manusia

RESPECT: Sikap Wali Kota Batam/Kepala Badan Pengusahaan Batam H Muhammad Rudi (HMR), dan Wakil Gubernur Kepulauan Riau Hj Marlin Agustina, saat bertemu masyarakat. Baik kepada yang sepuh dan yang masih anak-anak, adab dan sopan santun tetap dijaga.

“MENGUBAH tabiat orang itu beratnya seperti memindah gunung,” demikian kata orang bijak. Sebab, watak, karakter atau akhlak seseorang memang tidak mudah diubah. Jangankan oleh orang lain, dirinya sendiri saja tak kuasa.

Misalnya seseorang yang memiliki watak pemarah, bakhil, sombong, pendendam, suka berbohong, dan lain-lain tidak akan mudah diubah menjadi sabar, ikhlas, rendah hati, pemaaf, dan semacamnya.

“Tapi dulu dia baik kok. Sekarang saja yang berubah?!”

Sebenarnya sejak dulu dia memang punya sifat buruk itu, hanya saja kesempatan dan pilihan untuk menunjukkannya tidak ada. Bisa saja saat itu posisinya masih di bawah, belum jadi kepala dinas, dan lain sebagainya.

Ingat kata Abraham Lincoln (Presiden Amerika Serikat ke 16), “Hampir semua orang mampu menghadapi kesulitan. Namun, jika Anda ingin menguji karakter (tabiat) seseorang, beri dia kekuasaan.”

Beda lagi kata Khalifah ke-4 sekaligus sahabat karib dan juga menantu Nabi Muhammad SAW, Ali bin Abi Thalib.

“Jika kamu ingin menguji karakter seseorang hormati dia. Jika dia memiliki karakter yang bagus, dia akan lebih menghormatimu, tapi jika dia memiliki karakter buruk, dia akan merasa dirinya paling baik dari semuanya.”

Bagaimana menurut Anda?(ski)

Exit mobile version