SETIAP kita punya kekuatan power yang disebut kebiasaan, jika kita bisa mengendalikannya, maka kita bisa menjadi “superhero”, dalam arti bisa survive dalam setiap perubahan, juga tantangan, dan stress.
Mengapa kebiasaan perlu dikendalikan agar menjadi kekuatan besar dalam menentukan arah hidup kita? Sebab, otak kita sangat menyukai kebiasaan. Karena dapat menghemat energi dengan membuat tindakan menjadi otomatis.
Penelitian dari Massachuset Institut of Technology, menunjukkan bahwa kebiasaan terbentuk di bagian otak yang disebut “ganglia basal” yang berada di dasar otak depan dan di atas otak tengah.
Kerjanya seperti auto pilot yang membantu kita menyelesaikan tugas tanpa perlu berpikir terlalu banyak menghemat energi mental yang bisa kita gunakan untuk hal-hal lain.
Hal ini diperkuat studi dari Duke University, yang menegaskan, bahwa sekitar 40% dari tindakan yang kita lakukan setiap hari, bukanlah hasil dari keputusan sadar melainkan kebiasaan.
Itulah pentingnya kita memahami apa yang ditulis Charles Duhigg dalam buku “The Power of Habit”, dengan sebutan “habit loop”.
Bahwa kebiasaan terdiri dari tiga elemen atau lingkaran, yakni: rangsangan (cue/ sinyal yang memulai kebiasaan), rutinitas (routine/ tindakan yang dilakukan), dan hadiah (reward/ hasil diterima).
Dari uraian singkat ini (sebenarnya materinya sangat panjang), tampak bagaimana dahsyatnya kebiasaan mendefinisikan hidup kita tanpa kita sadari. Segeralah sadari dan kendalikan. Ubah kebiasaan jadi anugerah, bukan petaka.
Bagaimana menurut Anda? (ski)
INSPIRASI PAGI: The Power of Habit
