“ORANG Meksiko turun dari suku Aztec, orang Peru turun dari suku Inca, tetapi orang Argentina turun dari kapal,” tulis Uki Goñi kepada The Guardian, dalam artikel berjudul Time to Challenge Argentina’s White European Self-image, Black History Experts Say, terbit 31 Mei 2021.
Secara rasial dan budaya, Argentina memang berbeda dari banyak tetangganya di Amerika Latin. Argentina memiliki pengaruh Eropa yang jelas, karena masuknya imigran Italia dan Spanyol dalam jumlah besar pada abad ke-19.
Dikatakan bahwa di masa diaspora bangsa Eropa ke Amerika Latin, Argentina merupakan wilayah yang sangat minim penduduk. “Argentina menjadi magnet bagi imigran Eropa,” tambahnya.
Dari sini, salah satu faktor adanya migrasi bangsa Spanyol dan Italia sejak abad ke-19, telah melahirkan banyak mestizo atau ras campuran yang membuat dominasi orang Eropa kulit putih di Argentina.
Sebagaimana data statistik yang dilansir dari The World Factbook (2022) tentang fakta populasi di Argentina, orang mestizo telah menempati sekitar 97%. Tidak hanya Spanyol, bangsa Italia dan Eropa lain juga terlibat perkawinan dengan penduduk asli di Argentina.
Salah satu buktinya dapat kita saksikan dari sosok mega bintang sepak bola Argentina, Lionel Messi. Kapten timnas Argentina ini dikenal memiliki kulit putih. Faktanya, Messi yang merupakan anak dari Jorge Horacio Messi dan Celia María Cuccittini adalah keturunan Eropa.
“Ayahnya adalah keturunan Italia. Nenek moyangnya berimigrasi ke Argentina pada akhir abad ke-19,” tulis Rahul Verma kepada Bussines Insider India, dalam artikel berjudul Everything You Need To Know About Lionel Messi, The Best Soccer Player On Earth terbitan 26 Juli 2021.
Benar kata orang bijak, “Seorang perantau hanya pergi untuk kembali dan membuktikan kepada mereka bahwa ia bisa pulang dengan keadaan yang berbeda.”
Bagaimana menurut Anda?(ski)
