INSPIRASI PAGI: The Right Man on The Right Place

“JACK MA itu sangat manusiakan karyawan-karyawannya,” ungkap Helmy Yahya, dalam sebuah podcast. Inilah kekuatan terbesar yang membuat perusahaan yang dipimpinnya maju.

Sekadar diketahui, Jack Ma, yang lahir 10 September 1964 di China, merupakan pendiri sekaligus Chairman Eksekutif dari Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di China.

Salah satu bentuk “memanusiakan” karyawan, Jack Ma menerapkan sistem “135” di perusahaannya. Artinya, yang sudah bekerja satu tahun, dineri pin Alibaba. Yang tiga tahun, akan dapat liontin giok (kalung). Jika sudah lima tahun akan mendapat cincin.

Begitu juga Huawei. Perusahaan ini maju karena sangat menghargai karyawannya. Tentu juga sistem meritokrasi yang baik.

“Huawei memberikan kesempatan kepada anak-anak yang pintar untuk sekolah, kuliah di luar-luar negeri. Dibayarin. Termasuk keluarga yang ditinggal juga dikasih (uang) yang sama,” lanjut Helmy.

Hal yang dapat dipetik dari kisah ini adalah, strong vision dari seorang pemimpin harus mampu diaplikasi oleh orang-orang yang tepat (the right man on the right place). Ini bukan semata soal ide, tapi eksekusi! Maka selain meritokrasi, penghargaan atau esteem itu sangat penting agar iklim seperti ini terjaga.

“Banyak orang punya ide hebat, tetapi eksekusinya parah. Ingat, idea itu hanya pegang peran 15%. Sisanya, adalah eksekusi. Itulah yang membuat Alibaba dan Huawei menggurita di seluruh dunia,” jelasnya.

Bagaimana menurut Anda? (ski)

Exit mobile version