News  

INSPIRASI PAGI: Veni Vidi Vici

“VENI VIDI VICI: Saya datang, saya lihat, saya menang”. Demikian frasa terkenal penguasa Romawi kuno, Julius Caesar, yang telah bergema selama ribuan tahun.

Ketika Caesar dilaporkan menulis kata-kata ini pada tahun 47 SM ke senat, ia sedang mencatat kemenangan cepatnya dalam Pertempuran Zela (kini Turki modern), yang dipimpin Pharnaces. Meski pasukan Caesar jauh lebih kecil.

Julis Caesar adalah kampiun taktik perang pengepungan (siegewar) yang membuat Eropa dan sebagian Asia-Afrika tunduk kepadanya.

Caesar dikaruniai bakat sebagai mentor yang hebat. Ia terbiasa menggembleng pasukannya dengan sangat berat. Caesar memimpin pasukannya langsung!

Prinsip yang dipakai dalam melatih pasukannya adalah berlatih keras, bertempur dengan tenang (train hard, fight easy).

Caesar juga membentuk pasukan khusus terdiri dari 80 orang paling cakap yang diambil dari berbagai divisi. Divisi baru ini diberi nama Legiun ke-10 (Legiun Xth).

Pasukan kecil inilah yang menjadi tulang punggung Caesar, hingga berhasil menaklukkan Spanyol, Helvetii, Jerman, Belgia hingga ekspedisi ke Inggris. Puncaknya pertempuran di Alesia yang membabat pasukan Galia dengan jumlah 80 ribu!

Veni vidi vici –atau kalau diucap berdasarkan konvensi linguistik pada saat itu: weh-nee, wee-dee, wee-kee– sangat menakutkan, jika yang mengatakannya orang bermental baja, pejuang dahsyat dan berpengalaman.

Namun kalau yang mengucapkannya seorang pemalas, sok edgy yang hanya pandai menata rentak kata, maka kalimat ini akan menjelma bagai pepesan kosong. Karena nilai dirinya hanya sekadar dari kamuflase kata sakti.

Bagaimana menurut Anda? (ski)

BACA JUGA:  INSPIRASI PAGI: Attitude yang Baik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *